Posted on 18/08/2009 by Fajar Riyanto
Terlampau sering kau buat air mataku
Tak pernah kau tahu dalamnya rasa cintaku
Tak banyak inginku jangan kau ulangi
Menyakiti aku sesuka kelakuanmu
Ku bukan manusia yang tidak berfikir
Berulang kali kau lakukan itu padaku
Jika cinta dia jujurlah padaku
Tinggalkan aku disini tanpa senyumanmu
Jika cinta dia ku coba mengerti
Teramat sering kau membuat patah hatiku
Kau datang padanya tak pernah kutahu
Kau tinggalkan aku disaat ku butuh kan mu
Cinta tak begini selama ku tahu
Tetapi ku lemah karena cintaku padamu
Jika cinta dia jujurlah padaku
Tinggalkan aku disini tanpa senyumanmu
Jika cinta dia ku coba mengerti
Mungkin kau bukan cinta sejati dihidupku
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on 06/04/2009 by Fajar Riyanto
Tuhan… ku bingung..knp harus seperti ini dalam hidupku…adakah aku dapat melewati ini smua..begitu dalam beban yg ku alami…bgitu berat Bapa…mungkin waktuku disini tidak lama…Tuhan…aku ga kuat lagi rasany pengen cepet2..out dr ini smua…..Tuhan ku dah capek bgt…..
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on 11/03/2009 by Fajar Riyanto
Banyak orang kuat suka lupa dengan kelemahan orang lain. Lupa bahwa
orang lain tidak sekuat dirinya, sehingga tidak jarang mereka
mengukur dan menuntut orang lain seperti dirinya. Namun kita memiliki
berita baik: Allah Bapa kita di surga tidak seperti itu. Sekalipun
Dia dahsyat dan penuh kuasa, Dia tidak pernah lupa bahwa kekuatan
anak-anak-Nya terbatas. Dia tahu betul batas kekuatan kita.
Jika pencobaan-pencobaan terjadi dalam hidup kita, Dia menjamin kita
dapat menanggungnya. Tak ada pencobaan yang melampaui kekuatan kita.
Namun, mengapa Tuhan mengizinkan pencobaan atau beban datang di hidup
kita? Karena beban-beban itu akan membuat kita berbobot, sehingga
“tidak mengambang”.
Suatu kali, beberapa lebah dibawa dalam penerbangan ke luar angkasa
untuk mengetahui reaksinya terhadap keadaan tanpa bobot. Dari
eksperimen itu dilaporkan bahwa pada atmosfer tanpa bobot,
lebah-lebah itu mampu mengambang tanpa usaha apa pun-sangat
santai-sangat ringan. Lebah-lebah itu sepertinya menikmati
perjalanan, tetapi ternyata hanya untuk sesaat. Sebab sekejap
kemudian mereka mati. Mengambang saja seperti itu membuat mereka
melayang-layang, terputar-putar, dan kemudian mati. Perhatikan juga
bahwa ikan yang mengambang di akuarium bukanlah ikan yang hidup,
tetapi ikan yang sudah mati.
Nyatanya dalam hidup ini kita memerlukan “beban” agar tidak
“mengam-bang”. Perlu ada pergumulan menghadapi masalah yang justru
akan menghidupkan kita. Dan karena Tuhan berjanji beban itu takkan
melampaui batas kekuatan kita, mari bangkit dan hadapi semua yang di
hadapan kita!
BEBAN YANG MEMBERI BOBOT DI HIDUP KITA
AKAN MEMBUAT KITA SELALU BERLUTUT MENGANDALKAN TUHAN
di Sadur dari e-RH 13 Februari 2009
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on 10/02/2009 by Fajar Riyanto
Ternyata dalam setiap penderitaan yang selalu ku alamai Tuhan Juga melakukan Mujizat dalam hidupku
Ini terjadi pada hari Jumat kemarin sore hari, waktu itu aku pulang kerja dan mampir dahulu ke ibu kos mau bayar kos-kosan dan rencananya sehabis dari bayar kos-kosan mau langsung cukur, maklum rambut dah gondrong dan jenggot ma kumis jg sama
, tapi karena ngbrol-ngbrol sama ibu kos lama sekali ga sadar udah hampir mabghrib akhirnya
pas mo cukur ternyata dah tutup, karena ku kesel ku mengerutu dan pulang naek angkot, ternyata angkotnya g nyampe dpan kosan turun deh mkin kesel eh pas cek kantong HP CDMA gwa ilang alhasil gwa langsung riweuh, langsung ku cegat angkot jurusan yg sama untuk ngejar angkot ddpan, celakanya gwa g hapal no trayek atw plat mobilnya yg ku hapal sopirnya doang ya sudah stiap angkot yg jurusannya sama ku berhentiin dan ku cek akhirnya sampe di Dpan RS charitas baru ketemu dan Puji Tuhannya HP g ilang dan hari Jumat saya pulang kbandung dan bisa beli HP baru
yg GSM nih PDAnya…
Yah lumayan lah bisa Telp,Internet,Instal Program2..hehehe…thanx God..
Filed under: Uncategorized | 1 Comment »
Posted on 09/02/2009 by Fajar Riyanto
Sorry nih beberapa hari ga ngblog…kemarin pulang kebandung..:D kangen banget rasanya…yah walaupun hanya beberapa jam di bandung tapi setidaknya ku puas…:D…tp ujung-ujungnya yg ga enak badanku sakit smua mana harus kerja lagi…wuih sakit smua nih badan.
udah badan sakit, Kecapean,Banyak Kerjaan eh ada masalah baru lagi…gara-gara salah ngomong aja jadi panjang urusannya….ku ngomong kesinggung dan yang pasti aku yg di salahkan, ga ngomong juga pasti bakalan kesalahan karena nanti di bilang sombong dan ga mau di mintai tolong, jadi serba salah neh….
atau aku mending lepas aja dari sini dan cari kerjaan lain biar ga terikat dan selalu di awasi seperti maling??….
yah yang namanya uang,kekuasaan dan kehormatan bisa melakukan apa saja dan membenarkan siapa saja dan menyalahkan siapa saja tanpa harus melihat situasi dan kondisi….
Tuhan Capek Pikiran dan Hati Tuhan aku kerja disini….:-S haruskah aku bertahan???aku seneng kerja di sini tapi kalau masih ada keterikatan dengan mereka rasanya di penjara dan terus jadi korban….:-s….gimana nih Tuhan Serba Salah jadinya…
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on 05/02/2009 by Fajar Riyanto

Semua orang tahu bahwa 1 (satu) tidak sama dengan 0 (nol). Satu
berarti ada sesuatu. Sedangkan nol artinya tidak ada sama sekali.
Namun sadarkah kita bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap
bersikap bahwa 1=0? Kita menganggap saat kita hanya memiliki sedikit
barang, itu sama artinya dengan tidak punya apa-apa.
Dalam bacaan hari ini, murid-murid Yesus juga bersikap 1=0. Ketika
itu Yesus mengajar ribuan orang, dan hari sudah mulai malam.
Murid-murid menyarankan agar Yesus menyuruh mereka mencari makan
sendiri. Di sisi lain, daripada mengambil jalan yang mudah dan umum
(menyuruh orang banyak itu mencari makan sendiri), Yesus justru ingin
murid-murid-Nya belajar sesuatu dari kesulitan itu. Murid-murid Yesus
memprotes ketika Dia menyuruh mereka memberi makan orang banyak itu.
Di tengah protes mereka, Yesus bertanya, “Berapa banyak roti yang ada
padamu?” Yesus tidak bertanya, “Berapa banyak yang mereka butuh?”
atau “Berapa harga roti?” Dia berkata, “Cobalah periksa!” Mereka
menemukan 5 roti dan 2 ikan. Dari yang sedikit itu Tuhan
menjadikannya berlimpah, bahkan bersisa.
Ketika kesulitan menghadang dan kita merasa hanya sedikit yang kita
punya, janganlah takut atau tawar hati. Apabila ada 1, itu tidak sama
dengan 0. Ingatlah kata Yesus, “Berapa banyak yang ada padamu?” Tuhan
tidak bertanya berapa banyak yang dipunyai tetanggamu. “Cobalah
periksa!” Mari kita periksa, apa yang kita punya. Kita akan terkejut
menyadari bahwa Tuhan memberi kita cukup, bahkan lebih, untuk
menyelesaikan kesulitan kita. Jika kita memberikan semuanya kepada
Kristus, Dia akan melakukan lebih dari yang bisa kita bayangkan.
“Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” (Markus 6:38)”
BERSAMA YESUS
YANG SEDIKIT SELALU CUKUP!
Di Sadur dari E-RH
Gambar di Ambil dari: http://jephman.files.wordpress.com
Filed under: Life | Leave a Comment »
Posted on 04/02/2009 by Fajar Riyanto
Sejak dulu manusia selalu punya angan-angan menciptakan mesin waktu.
Seperti yang tergambar di komik dan film-film fantasi. Untuk apa? Ya,
agar waktu bisa kita atur dan putar sekehendak hati untuk berkunjung
ke masa lampau atau melongok ke masa depan. Angan-angan yang tak
kunjung kesampaian. Sebab Tuhan memang menciptakan manusia dalam
“perangkap” keterbatasan waktu.
Masa lalu tinggal kenangan. Masa depan masih berupa harapan.
Satu-satunya kenyataan adalah sekarang. Saran bijaksana si
pengkhotbah adalah agar kita menikmati dan menjalani apa yang ada di
depan mata dengan sepenuh hati. “Nikmatilah hidup” dan “kerjakanlah
itu dengan sekuat tenaga”. Sebab tiap-tiap saat punya momentumnya.
Untuk segala sesuatu ada waktunya (Pengkhotbah 3:1). Paulus juga
menasihatkan hal serupa. Waktu kita terbatas. Tak dapat dipercepat
atau diperlambat. Tak ada kompromi. Tak dapat diulang atau dihindari.
Segalanya harus dihadapi pada saatnya. Jadi, “pergunakanlah waktu
yang ada”. Rebutlah setiap kesempatan yang ada untuk mendapat dan
juga memberikan yang terbaik.
Manusia suka hidup tidak pada saatnya. Saatnya kerja malah tidur.
Saatnya tidur justru begadang. Saat muda bermalas-malas. Saat tua
tinggal sesal. Saat anak-anak butuh perhatian, orangtua lalai. Saat
orangtua ingin akrab, anak-anak justru lebih memilih pergi bersama
teman. Saat teduh diabaikan, ketika kesibukan melanda mengeluh tak
ada waktu bagi Tuhan. Kala diminta melayani Dia, mulut menggerutu.
Saat rindu melayani, tubuh sudah renta. Namun semua itu terjadi,
salah siapa?
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat (Efesus 5:15,16)”
SEGALA SESUATU INDAH PADA WAKTUNYA
SETIAP KESEMPATAN IALAH ANUGERAH YANG TAKKAN TERULANG
Di sadur dari E-RH 4 Februari 2008
Filed under: Life | Leave a Comment »
Posted on 21/01/2009 by Fajar Riyanto
tidak terasa sudah tiga bulan saya menempati kota baru…dan tinggal di sana, aku tidak tau rencana Tuhan seperti apa atas hidupku, tp aku yakin dan percaya bahwa dia akan memebrikan rancangan yg mendatangkan kebaikan dan damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan atas hidup anak-anaknya….
walaupun saat ini Kuliahku belum beres tapi aku bersukur Tuhan berikan aku pekerjaan yang jujur pada awal-awal memulainya sangat-sangat berat…memang pekerjaanny tdak ada masalah tapi kehidupanku disini yang bermasalah….banyak beban yang harus ku tanggung…dimana dalam kondisi aku yang sedang down karena luka hati yang tak kunjung beres..kemudian di tempat baru di tambah lagi dengan permasalahan keluarga, hidup dan lain sebagainya semakin aku down dan menjadi orang yg “Dingin” dan kehidupanku pun semakin Hancur….
hingga suatu ketika aku bertemu dengan sebuah keluaraga yang merupakan kawan lama…kawan waktu jaman sekolah minggu, dana ku bersyukur setidaknya ada tempat aku mengadu….
minggu tanggal 11 Januari 2009 (Bukan Lagunya Gigi lho…) merupakan titik balik dimana aku sudah kegerja lagi dan selama ini hati yang kosong mulai terisi kembali di awali dengan ku mendapatkan ayat emas yang sangat-sangat menyentuh hatiku dan semakin membuatku bernafsu untuk kembali padanya…(Thanx ya Adek Eliku sayank..kmu ingetin abang tuk ambil ayat emas..) sejak saat itu aku mulai hausssssssssss sekali akan Tuhan tapi memang manusia tidak bisa berubah dalam sekejap ketika masalah menghampiriku lagi ku jatuh lagi…tapi aku akan tetap berjuang tuk bangkit dan mendapatkan Janji-Janji Tuhan untuk hidupku…..
Thanx God engaku selalu membuka TanganMu untuk memelukku…ku sangat merindukan HadiratMu…dan UrapanMu memenuhi Hidupku….
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on 21/01/2009 by Fajar Riyanto
Tuhan….ampuni segala dosa dan kesalahanku…sudah lama aku terlalu jauh meninggalkanmu…aku hanya berharap bisa kembali lagi padaMu dan merasakan dekapan kasih sayankmu….
Tuhan ini doaku…Mulai detik ini ajar aku untuk semakin dekat padaMu dan berserah sepenuhnya padaMu..karena ku tau Engkau begitu mengasihiku…
Thanx buat teman-teman yang suport dan terus mendoakan aku…
Thanx God For my Life…
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on 19/01/2009 by Fajar Riyanto
Tuhan ada satu pertanyaan yang timbul dalam hatiku, salahkah jika kita jatuh cinta? Tuhan Kenapa dalam hati manusia kau taruhkan sebuah perasaan cinta dan sayank?
apakah itu sungguh berguna?bagaimana dengan mereka yang selalu terluka karena cinta? apakah itu akan membuat mereka semakin bertahan hidup atau malah mengakhiri hidupnya?
Jujur Tuhan Saat ini Hatiku mulai dingin dengan yang namany cinta dan sayank…apakah itu benar adanya…apakah cinta dan sayank itu benar-benar seindah seperti apa yang orang katakan?
mengapa aku tidak dapat merasakan itu, yang terjadi hanya luka…luka….dan luka…yang terus kudapat….jujur Tuhan aku bingung dengan kehidupanku saat ini…apakah aku harus tetap mencintai seseorang dan menyayanginya meskipun dia telah membuat luka atau milik orang lain atau telah menggantungkan cintaku?..
Tuhan aku mohon dengan sangat saaat ini jika engkau berkenan cabutlah perasaan suka,cinta dan sayank dari hatiku…sehingga ku tidak akan pernah lagi merasakan sakitnya cinta, bukan aku pengecut….bukan aku mau lari dari itu semua, tetapi sudah cukup bagiku untuk merasakan itu setiap waktu….
adakah cinta yang tulus untuk diriku?? ataukah aku di takdirkan untuk sendiri? selamanya?…thanx God for all….
Filed under: Everyting About Love | Leave a Comment »